• 18

    Jun

    Benarkan Lelaki Jarang Minta Maaf dan Perempuan Sering Mencela?

    oleh: Cahyadi Takariawan** Nadia Felicia pernah menuliskan laporan di KOMPAS.com tentang sebuah penelitian yang dilangsungkan di Kanada untuk mencari tahu perbedaan antara lelaki dan perempuan dalam hal perasaan bersalah. Hasil eksperimen ini dilaporkan dalam jurnal Science tahun 2010 kemarin. Eksperimen yang melibatkan 66 relawan (lelaki dan perempuan) tersebut, selama 2 minggu merekam emosi mereka yang diasosiasikan dengan hubungan satu dan yang lain. Saat menganalisa hasilnya, para ahli menemukan bahwa dibandingkan dengan perempuan, lelaki jarang minta maaf dan mengaku bersalah dalam sebuah konflik. Perempuan, secara umum 35 persen kali lebih sering minta maaf ketimbang lelaki, dan kadang menggunakan kata “maaf” itu dalam sikap yang negatif. Namun, di penelitian t
  • 17

    May

    SUBAHANNALLAHada sungai di bawah dasar laut!

    Berita ini di posting March 12, 2010, namun saya rasa masih menarik untuk dibaca. SUBAHANNALLAH. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Saya menonton tv dan melihat berita mengenai adanya sungai di bawah dasar laut. Mengangumkan! Subhanallah. Demikian hebatnya ciptaan Allah, apakah belum tergerak di hati kita untuk mentaatiNya sepenuh hati? Penglihatan kurniaan Allah adalah untuk melihat bukti kebesaran dan kehebatan Ilahi. Nikmat penglihatan sungguh besar buat kita semua. Tujuan ia dicipta guna membawa hati kepada Allah. Jika penglihatan diguna melihat perkara yang diharamkan Allah, maka pudarlah cahaya iman yang menjadi matlamat manusia diwujudkan. Betapa banyak perkara halal yang boleh dilihat, namun nafsu manusia yang cenderung kepada kejahatan lebih suka memilih pe
  • 30

    Mar

    Kawat Berduri yang Menguatkan Pohon

    Oleh : Achmad Siddik Thoha Kita sering melihat pohon-pohon digunakan sebagai pagar hidup. Pagar hidup biasanya dipakai untuk membatasi batas pekarangan rumah, ladang, sawah atau kebun. Ada pagar hidup yang tediri dari pepohonan yang rapat. Adapula pagar hidup dari pohon-pohon yang ditanam agak renggang yang ditambah kawat berduri di sela-selanya. Kawat-kawat berduri yang tajam dan menusuk itu diikatkan pada batang pohon yang umumnya masih muda. Pohon dengan kawat duri yang tajam dan mencekik, pada awal pertumbuhannya mengalami masa pertumbuhan yang sangat sulit dan merana. Duri kawat yang tajam dan kuat menjerat batang, membuat pohon harus hidup dalam kondisi yang berat. Ia harus bertahan dengan tusukan kawat yang menusuk ketika batangnya harus berkembang. Seiring dengan
  • 7

    Nov

    Kesejukan di Balik Awan Panas Merapi

    Oleh : Embun Khatulistiwa dan Achmad Siddik Thoha Mba, aku sekarang tinggal di Gamping (cilup) Demikian isi pesan singkat (SMS) yang kuterima jam 3 dini hari tadi. Segera kubalas pesannya, Alhamdulillah lup,gmn kabar keluarga??sehat semua kan??. Alhamdulillah semua keluarga selamat mba,2 omah tonggoku kobong, pancen jadwale wetan desaku saiki jd padang pasir, malah iso langsung ndelok desa sebrang kali gendol,balasnya. Yunis Arifah demikian nama aslinya, tapi kami lebih senang memanggilnya Cilup. Ia adalah adik tingkat satu fakultas denganku yang tinggal di Cangkringan, saat status Gunung Merapi mulai awas, ia menjadi bagian dari tim relawan yang menjembatani teman-teman kampus untuk menyalurkan bantuannya. Sejak letusan besar Kamis kemarin, ponselnya tak bisa dihubungi. Wa
  • 2

    Nov

    Namaku Serasah, Bukan Sampah

    Oleh : Tyas Effendi dan Achmad Siddik Thoha Sekelompok pendaki telah berada lama di hutan, di jalan-jalan yang tak mereka kenal. Bukan tersesat. Bukan pula terjebak. Mereka hanya sekolompok pendaki gunung yang haus petualangan. Mereka adalah para perindu gaung binatang liar dan aroma pepohonan. Istirahat sebentar, Teman, kata Alys pada teman-temannya sembari melepaskan ransel. Ardana menoleh. Ya sudah. Aku juga lelah. Lagipula malam belum turun. Hah, kotor sekali. Banyak sampah daun kering dimana-mana. Bagaimana bisa beristirahat nyaman di sini? keluh Alys begitu mendapati sehamparan serasah di sekitarnya. Dengan terpaksa, akhirnya ia duduk juga. Gadis itu duduk bersandar pada sebatang pohon. Ketika ia menutup matanya, menikmati alam, samar-samar ia mendengar gemerisik seras
-

Author

Follow Me