Jan 17 2010

z2r1

POHON DURI DALAM HATI

Filed under Tak Berkategori

oleh: Achmad Siddik Thoha

Pernahkah kita melihat pohon berduri. Pohon yang batang dan cabangnya ditumbuhi duri. Biasanya pohon-pohon ini tumbuh ditanah tandus atau bekas hutan yang mengalami kerusakan berat samapi tanahnya terbuka. Benih poho ini halus dan mampu beradaptasi dengan lingkungan yang ekstrim.

Pohon berduri saat masih kecil sebenarnya tidaklah kokoh. Dia mudah ditebas dan menjadi abu bila terbakar. Namun bila dibiarkan maka akan terus membesar akar, batang, cabang dan daunnya. Lama-kelamaan pohon itu akan sulit dibasmi dan dominan di lahan tersebut.

Pohon berduri akan tersingkir bila ada pohon lain yang lebih tinggi dan lebih rindang darinya. Pohon berduri umumnya tidak tahan naungan karenanya dia merajai tanah-tanah yang terbuka menerima sinar matahari. Kondisi keringsa sangat kondusif untuk tumbuhan berduri.

Sebuah lahan yang didominasi pohon-pohon berduri tergolong lahan kritis. Pohon lain akan sulit tumbuh karena dibawahnya juga tumbuh semak beukar yang menyulitkan benih tumbuh. Hewan yang hidup di tempat itu juga tidak banyak. Apalagi hewan seperti rusa, kambing, sapi dan hewan besar lain, enggan masuk kawasan tersebut karena duri yang akan melukai tubuh mereka.

Pohon berduri tumbuh sebagai pionir atau perintis di lahan-lahan tandus. Makin tidak terawat lahan, maka pohon berduri tumbuh subur disana. Bila pohon berduri yang dominan, maka berikutnya semak-semaklah yang ikut mengiringinya tumbuh. Tak ada keindahan pada lahan berduri selain kesan kering dan berbahaya karena durinya.

Bila hati manusia gersang maka hati-hatilah dengan kemunculan benih-benih ”pohon” berduri yaitu perangai buruk. Bila perangai buruk terus dibiarkan ia akan terus membesar dan mengakar kuat. Perilaku buruk yang mengakar kuat akan menyulitkan nasehat-nasehat indah masuk dan tumbuh di dalam hati.

Membiarkan perangai buruk tumbuh dalam diri maka sama halnya membiarkan pohon berduri menguasai diri. Maka mencabut bibit perangai buruk secepat mungkin akan mencegah perangai buruk tumbuh. Namun bila sudah tumbuh membesar segera tebas dan hanguskan agar tidak membawa bahaya bagi orang lain. Hilangnya perangai buruk akan memberi kesempatan ”pohon-pohon indah” hadir dan tumbuh pada pribadi kita.

One response so far

Jan 06 2010

z2r1

PENA ROBBANI

Filed under Tak Berkategori

Jika dahulu dengan syair orang dapat mengajak orang lain kepada fujur dan taqwa, maka jaman sekarang kita mengenal jurnalistik, kemampuan tulis menulis yang mempunyai fungsi yang tidak beda.

            Islam telah kehilangan tanah airnya, oleh kekuatan kata-kata. Kaum kuffar telah memnguasai pola pikir pemuda-pemuda dan pemikir-pemikir Islam dengan kekuatan kata-kat sebagaimana Allah isyaratkan:

“ Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut ucapan-ucapan mereka.”

            Berapa banyak negara yang mulanya tsiqoh dengan Islam, namun setelah dehembuskan dengan kebathilan dibungkus dengan keindahan kata, mereka lalu lemparkan Islam dan mereka berbalik kebelakang kepada kejahilan.

            “ Dan syaitan hendak menyesatkan mereka dengan penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (QS 4:60)

            Dan sekarang cahaya Islam tampak redup, bahkan nyaris hilang dan padam. Benar memang di ujung ayat delapan diatas, Allah menjanjikan kemenangan bagi Islam :

“Sedang Allah tetap menyempurnakan cahayaNya meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.”

“ Dialah yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan dien yang haq, agar dimenangkanNya atas sekalian agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.” (QS 48:28)

            Artinya masih ada kemungkinan al haq kembali eksis dalam kehidupan ini, walaupun bukan seperti menunggu hujan dari langit, tetapi harus ada upaya untuk memunculkan yang haq tersebut. Dibutuhkan tindakan penyelamatan (harokatul inqod), berupa “revolution counter”, revolusi damai, revolusi rahmatan lil ‘alamin.

            “Serulah manusia kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”(QS 16 : 125)

            Bila yang bathil saja rela berjihad dengan harta dan jiwa mereka untuk eksistensi kebathilan, mereka rela menghabiskan siang malam demi jayanya kebathilan, maka dari langit sana Allah mengumandangkan panggilanNya kepada para pemuda yang memiliki potensi.

            “Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah  terhadap mereka dengan jihad yang benar.” (QS 25:52)

 

Kekuatan Kata-kata

            Sekali lagi, bahwa al haq bukan hanya akan muncul dan menang dengan sendirinya, melainkan harus dimunculkan dan dimenangkan. Dan hanya pribadi-pribadi Rabbani-lah yang mampu menyiapkan pena-pena Rabbani untuk mewakili risalah Allah yang agung itu, sebagimana dinyatakan dalam sebuah hadits:

            “ Pena-pena Rabbani akan sanggup meneriakkan kata-kata bermakna ber-ruh Uluhiyah, menyatakan yang haq itu haq dan yang bathil itu bathil.”

            “Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka,  menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan.” (QS62:2)

dari berbagai sumber

6 responses so far

Des 29 2009

z2r1

KITA BERAWAL DARI SEBUAH TIM

Filed under Tak Berkategori

Tiga orang pendaki tersesat di sebuah hutan pegunungan. Salah satu diantara mereka mengalami patah kaki dan hipotermia (kehilangan panas tubuh) setelah terperosok ke jurang. Dua orang saling bertikai.

” Kita gendong saja kawan kita ini. Kita tidak punya alat untuk memuat tandu.” Seorang pendaki yang berbadan memulai usulan.
” Bagaimana mungkin kita bergantian menggendongnya, sementara cuaca begitu dingin. Kita sudah 8 jam tidak makan dan semua perbekalan kita jatuh ke jurang. Jangankan menggendong dia, membuka resleting jaketku saja aku tidak sanggup. Brrrrr.” Sambil Pendaki lain yang berbadan tinggi ini merespon usulan kawannya. Lalu pendaki berbadan tinggi mulai tidak sabar. Badannya mulai menggigil. Dia melanjutkan pembiacaraannya.

”Sudahlah, kita tinggal dia disini sementara, kita kan tahu tanda-tanda tempat ini. Kita bisa segera mencari pertolongan, lalu kita tunjukkan pada regu penolong lokasi ini. Kalau kita gendong dia, hanya akan memperlambat perjalanan kita. Sudah letakkan saja dia dulu disini, dibawah pohon besar itu.”

”Tidak”, dengan cepat, Pendaki berbadan merespon alasan pendaki berbadan tinggi.
”Aku takkan pernah meninggalkan dia. Kita merencanakan, menjalani dan menikmati perjalanan ini bersama. Dia juga dalam kesulitan. Maka kita tetap harus bersama apapun yang terjadi.”

Pendaki berbadan tinggi mulai tidak sabar.
” Oke….silahkan gendong dia, aku akan berjalan sendiri. Kita berpacu dengan waktu. Aku duluan kawan. Akan kususul kalian bila aku menemukan bantuan”
Sekejap pendaki berbadan tinggi melesat dilereng berbatu yang sangat dingin dan tiupan angin yang kencang.

Dengan hati-hati, pendaki berbadan sedang menggendong kawannya. Udara yang sangat dingin membuat kakinya gemetar dan giginya saling beradu. Satu kilometer dia berjalan menurun dari puncak. Dia merasakan ada sesuatu yang hangat mengalir ke seluruh badannya. Dia mulai bisa melawan dingin. Dua kilometer dia berjalan. Sesuatu bergerak dipunggungnya. Kawan yang digendongnya bergerak-gerak dan memancarkan hangat ke badannya.

”Kawan….badanmu hangat. Syukurlah…!” Mata pendaki berbadan sedang berbinar-binar. Kini dia tidak merasakan dinginnya udara. Digendongnya terus kawannya itu.

Tibalah di sebuah jalan setapak yang agak lebar. Dia kaget melihat sesosok tubuh yang sangat dia kenal. Oh, ternyata pendaki berbadan tinggi terlentang tak bergerak. oleh Pendaki berbadan sedang mencoba memeriksa sekujur badannya. Badannya sangat dingin, kaku dan wajahnya kebiruan. Tak ada detak dari jantung pendaki berbadan tinggi ini. Ya, dia mati. Dia mati kedinginan.

Saling bekerja sama akan melahrkan energi yang bermanfat satu sama lain. Bahkan dari seorang yang kita anggap memiliki potensi lemah, dia akan tetap memancarkan energi bila kita bekerja sama dan saling menolong. Sedangkan menyendiri dan egois meski dengan potensi besar tidak akan memberikan energi pada siapapun bahkan untuk dirinya sendiri.

Bila kita sadari, lahirnya kita adalah hasil kerjasa sama tim yang solid dan bersemangat. Tanpa kerja sama Ibu dan Ayah, kita tidak terlahir. Begitu juga kesuksesan kita yang lain, semuanya lahir dari tim atau peran orang lain.

sender: Achmad Siddik Thoha  (via tag fb)

No responses yet

Des 24 2009

z2r1

CINTA KARENA ALLAH

Filed under Tak Berkategori

Cinta adalah luapan perasaan suka, dengan segala ekspresinya, melalui ceria senyum wajahnya, dengan lembut dan baik lisannya, dengan kasih pelukan, dengan semangat sikap, dengan hati riang, dan selalu khusnudzan dalam pikirannya.

 

Cinta kepada sesama dalam Islam adalah perasaan yang memancar karena adanya ketaqwaan dan bermuara kepada pengendalian yang kokoh dengan taliNya (i’tisham bi hablillah).

Maka cinta seperti itu hanya akan tumbuh dengan subur dalam ikatan mulia yang bernama ukhuwwah (persaudaraan) yang didasarkan sendi-sendi tersebut. Ikatan tersebut merupakan tujuan suci, cahaya rabbaniyyah sekaligus merupakan nikmat Ilahiyyah. Oleh sebab itu Allah hanya akan menuangkan cahaya dan nikmatnya pada hati dari setiap hambaNya yang mukhlis (ikhlash), mensucikan dan melindungi diri-mereka dgn akhlaq yang terpuji.

 

Untuk mengetahui segala-galanya tentang cinta, manusia perlu merujuk kepada pencipta cinta itu sendiri yakni Allah SWT. Tuhan menciptakan cinta, maka Dialah yang Maha Mengetahui sifat dan rahsianya. Cinta itu indah kerana diciptakan oleh Allah Yang Maha Indah.   Rasulullah SAW bersabda,” Allah itu indah dan cintakan keindahan” Bukan saja indah, cinta yang diciptakan Allah itu bertujuan untuk menyelamatkan, mententeramkan dan membahagiakan manusia

Allah berfirman;

Ӊ£Jpt’C ãAqߙ§‘ «!$# 4 tûïÏ%©!$#ur ÿ¼çmyètB âä!#£‰Ï©r& ’n?tã ͑$¤ÿä3ø9$# âä!$uHxq①öNæhuZ÷t/ ÇËÒÈ

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” (Al-Fath: 29).

 

Ayat di atas menunjukkan bahwa RasuluLlah SAW mempunyai rasa cinta dengan para sahabat, disamping sifat kerasnya terhadap orang kafir. Dan ke dua sifat tersebut ada karena Allah semata, cinta dan keras/tegas karena Allah SWT.

 

Allah berfirman;

 

tûïÏ%©!$#ur râä§qt7s? u‘#¤$!$# z`»yJƒM}$#ur `ÏB ö/ʼnÏ=ö7s% tbq™7Ïtä† ô`tB ty_$yd öNÍköŽs9Î) Ÿwur tbr߉Ågs† ’Îû öNÏd͑r߉߹ Zpy_%tn !$£JÏiB (#qè?ré& šcrãÏO÷sãƒur #’n?tã öNÍkŦàÿRr& öqs9ur tb%x. öNÍkÍ5 ×p|¹$|Áyz 4 `tBur s-qム£xä© ¾ÏmÅ¡øÿtR šÍ´¯»s9résù ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÒÈ

“Dan orang-orang yang Telah menempati kota Madinah dan Telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshar) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshar) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang-orang yang beruntung” (Al-Hasyr: 9).

 

Perasaan bersaudara secara tulus inilah yang akan melahirkan pribadi mukmin yang mempunyai rasa kasih sayang dengan se jujur-jujurnya dan sebenar-benarnya serta perasaan ikhlas sejati. Yang akan selalu mengambil sikap positif dalam hal bercinta dan saling mengutamakan, kasih sayang dan saling memaafkan, serta dengan membantu dan saling melengkapi. Juga menghindari hal-hal negatif seperti menjauhkan diri dari segala yang menyebabkan mudarat(bahaya) dalam diri mereka, dalam harta mereka, dan dalam harga diri mereka.

Anas ra. meriwayatkan dari Nabi saw. Beliau bersabda,

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

“Ada tiga perkara yang barangsiapa berada di dalamnya akan mendapatkan manisnya keimanan: Agar Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada selain keduanya. Agar ia mencintai seseorang atau membencinya karena Allah. Dan agar benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke neraka.” (Muttafaq Alaihi).

Oleh karena itu ukhuwah fillah merupakan sifat yang lazim dari konsekuensi keimanan, dan merupakan perangai yang cocok sebagai teman bagi ketaqwaan. (Konklusi nya) tidak ada persaudaraan sejati tanpa adanya iman, dan tidak ada iman tanpa adanya persaudaraan.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. “ QS Al Hujurat 10)

Abu Hurairah  meriwayatkan dari Nabi saw. Beliau bersabda;

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ تَعَالَى فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ إِمَامٌ عَدْلٌ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Ada tujuh golongan yang akan dilindungi Allah di hari yang tiada perlindungan selain perlindungan Allah: Pemimpin adil, pemuda yang tumbuh besar dalam ibadah kepada Allah, seseorang yang hatinya terkait dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena Allah, seseorang yang dipanggil seraong wanita (untuk berzina) yang mempunyai kedudukan dan kecantikan, ia mengatakan aku takut kepada Allah, seseorang yang bersedekah lalu menyembunyikan sedekahnya sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dilakukan tangan kanannya, dan seseorang yang mengingat Allah di kala sepi lalu berlinang air matanya.” (Muttafaq Alaihi).

Jika kita mendapati suatu persaudaraan yang di belakangnya tidak didukung oleh keimanan maka kita akan dapat mengetahui bahwa persaudaraan semacam itu tidak akan membawa kemaslahatan dan manfaat yang saling timbal balik. Begitu juga bila kita dapati keimanan yang tidak didukung oleh persaudaraan maka bisa kita simpulkan betapa rendah kadar keimanan itu.

 

Abu Hurairah ra meriwayatkan, Rasulullah saw. bersabda,

لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencinta. Maukah aku tunjukkan kepada kalian kepada sesuatu yang jika kalian lakukan akan saling mencinta; sebarkan salam di antara kalian.” (Muslim).

 

Abu Hurairah ra meriwayatkan, Rasulullah saw. Bersabda;

أَنَّ رَجُلًا زَارَ أَخًا لَهُ فِي قَرْيَةٍ أُخْرَى فَأَرْصَدَ اللَّهُ لَهُ عَلَى مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ قَالَ أَيْنَ تُرِيدُ قَالَ أُرِيدُ أَخًا لِي فِي هَذِهِ الْقَرْيَةِ قَالَ هَلْ لَكَ عَلَيْهِ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا قَالَ لَا غَيْرَ أَنِّي أَحْبَبْتُهُ فِي اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ فَإِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكَ بِأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ

“Bahwa seseorang sedang mengunjungi saudaranya di sebuah desa dan Allah mengutus seorang malaikat untuk memantau jalannya. Sesampainya di tempat itu ia berkata, ‘Hendak ke mana kamu?’ Ia menjawab, ‘Aku hendak menemui seorang saudara di negeri ini.’ Ia bertanya, ‘Apakah ada kenikmatan yang kamu inginkan darinya?’ Ia menjawab, ‘Tidak, hanya karena aku mencintainya karena Allah Azza wa Jalla.’ Ia (malaikat) berkata, ‘Ketahuilah bahwa aku ini utusan Allah, (untuk memberitakan kepadamu) bahwa Allah telah mencintaimu sebagaimana kamu mencintainya karena-Nya.”

 

Al-Barra’ bin ‘Azib ra meriwayatkan dari Nabi saw. Beliau bersabda tentang orang-orang Anshar,

لَا يُحِبُّهُمْ إِلَّا مُؤْمِنٌ وَلَا يُبْغِضُهُمْ إِلَّا مُنَافِقٌ فَمَنْ أَحَبَّهُمْ أَحَبَّهُ اللَّهُ وَمَنْ أَبْغَضَهُمْ أَبْغَضَهُ اللَّهُ

“Tidak ada yang mencintai mereka selain orang mukmin dan tidak ada yang membenci mereka selain orang munafiq. Siapa mencintai mereka Allah akan mencintainya dan siapa membencinya Allah akan murka kepadanya.” (Muttafaq Alaih).

 

Muadz meriwayatkan, aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda;

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الْمُتَحَابُّونَ فِي جَلَالِي لَهُمْ مَنَابِرُ مِنْ نُورٍ يَغْبِطُهُمْ النَّبِيُّونَ وَالشُّهَدَاءُ

“Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Bagi orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku mimbar-mimbar dari cahaya dari cahaya yang membuat iri para nabi dan syuhada.” (Tirmidzi, hadits hasan).

Dr Yusuf Qaradhawi dalam bukunya Al Mujtama’ Al Islami mengatakan bahwa ukhuwah Islamiyah yang bercita-cita luhur itu mampu melahirkan al-ikhaa’ul Islami. Dan tujuan terpenting dari padanya adalah persamaan hak( al musaawah), saling membantu (at-ta’aawun), dan cinta kasih karena Allah( al hubb fillah)

Abu Idris Al-Khaulani ra. Bercerita;

دَخَلْتُ مَسْجِدَ دِمَشْقَ فَإِذَا فَتًى شَابٌّ بَرَّاقُ الثَّنَايَا وَإِذَا النَّاسُ مَعَهُ إِذَا اخْتَلَفُوا فِي شَيْءٍ أَسْنَدُوا إِلَيْهِ وَصَدَرُوا عَنْ قَوْلِهِ فَسَأَلْتُ عَنْهُ فَقِيلَ هَذَا مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ فَلَمَّا كَانَ الْغَدُ هَجَّرْتُ فَوَجَدْتُهُ قَدْ سَبَقَنِي بِالتَّهْجِيرِ وَوَجَدْتُهُ يُصَلِّي قَالَ فَانْتَظَرْتُهُ حَتَّى قَضَى صَلَاتَهُ ثُمَّ جِئْتُهُ مِنْ قِبَلِ وَجْهِهِ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ ثُمَّ قُلْتُ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ لِلَّهِ فَقَالَ أَللَّهِ فَقُلْتُ أَللَّهِ فَقَالَ أَللَّهِ فَقُلْتُ أَللَّهِ فَقَالَ أَللَّهِ فَقُلْتُ أَللَّهِ قَالَ فَأَخَذَ بِحُبْوَةِ رِدَائِي فَجَبَذَنِي إِلَيْهِ وَقَالَ أَبْشِرْ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَجَبَتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فِيَّ وَالْمُتَجَالِسِينَ فِيَّ وَالْمُتَزَاوِرِينَ فِيَّ وَالْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ

“Aku pernah memasuki masjid Damaskus, ternyata di sana terdapat seorang pemuda dengan gigi yang putih dan orang-orang bersamanya. Jika mereka memperselisihkan sesuatu mereka mengandalkannya dan mengembalikannya kepada pendapatnya. Aku pun bertanya tentangnya dan dijawabnya bahwa dia Muadz bin Jabal. Esok harinya aku berangkat (ke masjid) pagi-pagi, ternyata ia telah mendahuluiku. Aku mendapatinya melakukan shalat. Ia mengatakan, aku pun menunggunya sampai ia menyelesaikan shalatnya. Setelah itu aku menemuinya dari depannya dan aku ucapkan salam kepadanya dan aku katakan, ‘Demi Allah, aku mencintaimu karena Allah’ Ia mengatakan, ‘Allah.’ Aku katakan, ‘Allah.’ Ia katakan, ‘Allah?’ Aku katakan, ‘Allah,’ Lalu ia memegang dada jubahku dan menarikku kepadanya dan berkata,’Berbahagialah, karena aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda,’Alah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, ‘Orang-orang yang saling mencinta karena-Ku pasti mendapatkan kecintaan-Ku, yang bergaul karena-Ku, yang saling mengunjungi karena-Ku, dan yang saling bekorban karena-Ku.” (hadits shahih riwayat Malik di Al-Muwattha’ dengan sanad shahih).

 

Abu Karimah Al-Miqdad bin Ma’di Karib ra. meriwayatkan Nabi saw. Beliau bersabda,

إِذَا أَحَبَّ الرَّجُلُ أَخَاهُ فَلْيُخْبِرْهُ أَنَّهُ يُحِبُّهُ

“Jika seseorang mencintai saudaranya hendaknya ia memberitahukan kepadanya bahwa dia mencintainya.”(Tirmidzi dan Abu Dawud, hadits hasan shahih).

 

Muadz ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. memegang tangannya seraya bersabda,

يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ فَقَالَ أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Hai Muadz, demi Allah, aku mencintaimu karena Allah. Lalu aku berwasiat kepadamu, ya Muadz, jangan sampai –setiap kali usai shalat- kamu tidak mengucapkan, ‘Ya Allah, tolonglah aku untuk berzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.” (Abu Dawud dan Nasa’i dengan sanad shahih).

 

Anas ra meriwayatkan bahwa,

أَنَّ رَجُلًا كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَرَّ بِهِ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّ هَذَا فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْلَمْتَهُ قَالَ لَا قَالَ أَعْلِمْهُ قَالَ فَلَحِقَهُ فَقَالَ إِنِّي أُحِبُّكَ فِي اللَّهِ فَقَالَ أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْبَبْتَنِي لَهُ

“Seseorang berada di sisi Nabi saw. Kemudian seseorang lewat dan berkata, ‘Ya Rasulullah, aku mencintai orang ini.’ Nabi bersabda kepadanya, ‘Apakah kamu sudah memberitahukan kepadanya?’ (Anas) berkata, lalu ia menyusulnya dan mengatakan, ‘Aku mencintaimu karena Allah.’ Orang itu menjawab, ‘Mudah-mudahan Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintaiku karena-Nya.” (Abu Dawud dengan sanad shahih).

Berikut ini ada beberapa cara praktis sebagai panduan untuk tercapainya kekokohan ruh cinta karena Allah, yaitu:

1.      Memberi tahu kepada al akh(saudara) yang dicintai . Rasulullah bersabda: “Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah ia memberi tahu kepadanya “ ( HR Abu Daud dan Turmudzi)

2.      Memanjatkan doa untuknya dari kejauhan ketika mereka saling berpisah. Diriwayatkan dari Umar Bin Khattab ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Aku minta izin (pamit) kepada Rasulullah untuk melaksanakan umrah”. Kemudian Rasulullah mengizinkan dan berkata ” Jangan lupa doa kan kami ” Lalu beliau mengatakan suatu kalimat yang menggembirakan ku bahwa aku mempunyai kebahagiaan dengan kalimat tersebut di dunia. Dalam suatu riwayat beliau berkata: “Kami mengiringi do’a wahai saudaraku”

3.      Bila berjumpa dengan al akh lain maka tunjukkanlah senyum kegembiraan dan muka manis. Rasulullah bersabda “Janganlah engkau meremehkan kebaikan apa saja (yang datangnya dari saudaramu). Dan jika engkau berjumpa saudaramu maka berikanlah dia senyum kegembiraan” (HR Muslim)

4.      Berjabat tangan bila bertemu. Rasulullah SAW menganjurkan ummatnya bila bertemu dengan saudara-saudaranya agar cepat-cepatlah berjabat tangan. Hal di atas berdasarkan hadits yang diriwayatkan Abu Daud dari Barra, Bersabda Rasulullah SAW: “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah”.

5.      Menyempatkan diri untuk mengunjungi saudaranya. Dalam kitabnya Al Muwathta, Imam Malik meriwayatkan: Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa, “Allah berfirman : Pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang mencintai karena Aku, dimana keduanya saling berkunjung karena Aku dan saling memberi karena Aku”.

6.      Menyampaikan ucapan selamat yang berkenaan dengan sukses yang dicapai saudaranya. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa mengucapkan selamat kepada saudaranya ketika saudaranya mendapat kebahagiaan niscaya Allah menggembirakannya pada hari kiamat”. (HR Thabrani dalam Ma’jamush Shaghir)
Contoh yang pernah diajarkan oleh Rasul adalah:
a. Berkenaan dengan kelahiran anak
b. Ketika datang dari medan jihad
c. Apabila kembali dari menunaikan haji
d. Bila ada yang menikah
e. Saat Iedul fitri

7.      Memberikan hadiah yang bersifat insidental. Iman Dailami meriwayatkan dari Anas dan Marfu’ bahwa Rasulullah SAW bersabda “Hendaklah kalian saling memberikan hadiah karena hadiah itu dapat mewariskan rasa cinta dan menghilangkan kekotoran hati”.

8.      Menaruh perhatian terhadap keperluan saudaranya. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: ” Siapa yang meringankan beban penderitaan seorang mukmin di dunia pasti Allah akan meringankan beban penderitaannya di akhirat kelak. Siapa yang memudahkan orang yang dalam keadaan susah pasti Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Siapa yang menutupi aib seorang muslim pasti Allah akan menutupi (aib nya)di dunia dan akhirat. Dan Allah akan selalu menolong hamba-Nya jika hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR Muslim)

9.      Menegakan hak-hak ukhuwwah saudaranya. Dalam rangka mempererat ukhuwwah maka adalah wajib bagi al akh untuk menunaikan hak-hak yang dimiliki al akh lain, seperti menjenguk saudaranya yang lain bila sakit, mendo’akan bila bersin, dan menolong bila teraniaya (dizhalimi).

 

Allah SWT tidak mengaruniakan rasa cinta semata-mata, tetapi Allah juga mengaruniakan ‘hukum’ cinta yang mesti dipatuhi demi mencapai maksud penciptaannya. Dengan ‘hukum’ itu, Allah mengatur agar cinta sentiasa selamat dan menyelamatkan. Begitulah cinta dalam Islam, ia mempunyai kaidah dan peraturan demi menjaga kemurnian dan kesuciannya.

 

Tentang Cinta itu sendiri, Rasulullah dalam sabdanya menegaskan bahwa tidak beriman seseorang sebelum Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai daripada selain keduanya. Al Ghazali berkata: “Cinta adalah inti keberagamaan. Ia adalah awal dan juga akhir dari perjalanan kita. Kalaupun ada maqam yang harus dilewati seorang sufi sebelum cinta, maqam itu hanyalah pengantar ke arah cinta dan bila ada maqam-maqam sesudah cinta, maqam itu hanyalah akibat dari cinta saja.” 

 

sumber: LKMT

kode :2.1.3.13.070

—oo0oo—

 

2 responses so far

Des 09 2009

z2r1

MEMBASMI KORUPSI

Filed under Tak Berkategori

     “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta`ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS.  al-Isra: 16)

 

Salah satu penyakit berbahaya yang menjalar di seluruh seantero negeri ini adalah korupsi. Bersama penyakit kolusi dan nepotisme, korupsi telah menjadikan Indonesia negara miskin yang nyaris bangkrut. Sayangnya, usaha pemberantasan korupsi selalu mentok dan gagal. Hal ini disebabkan kepiawaian para koruptor membeli dan mempermainkan hukum. Para pemimpin negeri ini sangat lemah, tidak memiliki ketegaan terhadap mereka; bahkan sebenarnya mereka pun sudah terjerumus pada praktek  kotor yang dipelopori para koruptor sehingga orang yang bajunya kotor tidaklah mungkin membersihkan kotoran di baju orang lain. Orang yang berada di dalam lumpur tentu sangat sulit menyelamatkan orang lain… Demikian juga keadaan para pemimpin di negeri ini. Alih-alih memberantas korupsi, mereka sendiri terjebak dalam perbuatan kotor itu.

 

 

 

Sejauh manakah kejahatan korupsi? Siapa saja pelakunya? Korupsi terbesar dilakukan penguasa yang menyalahgunakan kekuasaannya. Ketika berkuasa dia memanfaatkan kekuasaan tersebut untuk memperkaya diri. Mereka biasanya berkolusi dengan para pengusaha (konglomerat) yang akan memberikan sejumlah keuntungan kepada mereka dalam bentuk sogokan. Karena itu orang sering menyebut bahwa kekuasaan identik dengan uang dan kekayaan. Orang-orang berebut kekuasaan demi memperkaya diri dan mencari keuntungan duniawi.

 

Korupsi termasuk kejahatan yang sangat merugikan masyarakat.  Tetapi jarang orang yang mau peduli. Karena korupsi dilakukan secara diam-diam atau tersembunyi dan kejahatannya tidak langsung dirasakan orang lain. Lain halnya jika seorang pencuri mengambil milik orang lain yang konkrit. Misalnya ada pencuri ayam yang tertangkap basah, mungkin semua masyarakat akan marah dan langsung memukulinya. Sang koruptor bisa tersenyum santai meskipun dia telah menggasak uang yang bila dibelikan ayam dia bisa memperoleh sejuta ekor ayam. Si maling ayam babak belur dihajar masa tetapi sang koruptor uncang-uncang kaki. Si maling ayam hanya merugikan satu keluarga pemilik ayam yang dicurinya tetapi sang koruptor merugikan ribuan rakyat miskin yang kehingan haknya…..

 

Korupsi sebenarnya pencurian juga tetapi pencurian yang amat canggih. Di dalam korupsi yang dicuri adalah hak publik yang secara curang dan licin diselewengkan untuk kepentingan pribadi. Contoh, pejabat yang diberi wewenang untuk menyalurkan dana kepada masyarakat; ternyata dana itu digunakan untuk kepentingan pribadi atau golongannya. Pencuriannya tersamar, bahkan dia bisa membuat bukti-bukti palsu   untuk menunjukkan bahwa dana itu telah sampai ke masyarakat. Padahal ketika dicek di masyarakat, dana memang tidak sampai….

 

Banyak hadits Rasulullah SAW yang mengingatkan kaum muslimin agar tidak berdiam diri terhadap perkembangan kemunkaran yang terjadi dihadapannya dan memotivasi mereka agar berupaya sekuat tenaga sesuai dengan kemampuannya untuk mebasmi segala bentuk kezhaliman, kemunkaran, dan penyimpangan dari ajaran-ajaran Allah.

 

“Hendaklah kamu menyuruh berbuat kebaikan dan melarang perbuatan kemungkaran, atau Allah akan memberikan kekuasaan kepada orang-orang yang jahat di antara kamu kemudian orang-orang baik di antara kamu berdoa lalu ia tidak dikabulkan doa mereka.

 

“Sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa sebagian orang disebabkan dosa-dosa orang banyak, sehingga mereka melihat perbuatan yang munkar di hadapan mereka sedang mereka mampu untuk mengubahnya tetapi mereka tidak mengubahnya.”

 “Orang yang mati syahid terbaik adalah Hamzah bin ‘Abdul Muththalib. Kemudian orang yang mau mendatangi penguasa yang zhalim lalu menyuruhnya berbuat kebaikan, melarangnya dari berbuat kemungkaran lalu penguasa itu membunuhnya atas hal itu.

 ‘Jihad yang paling utama adalah mengucapkan kata-kata yang benar pada penguasa yang zhalim.”

dari berbagai sumber

3 responses so far

Des 05 2009

z2r1

SIKAP JIWA ISLAMI

Filed under Tak Berkategori

Semoga diantara kita tidak ada yang salah berfikir tentang apa yang disebut Islami. (cerita teman) Ketika seseorang berkunjung ke Jepang lalu melihat di sana se­galanya tampak teratur, antrian rapi, dan hal-hal lain yang dia­jarkan oleh Islam, serta merta ia mengatakan orang-orang Jepang itu Islami. Lebih Islami dari orang Islam. Dalam suatu pe­ngajian di perkumpulan mahasis­wa muslim Indonesia di Canber­ra, seorang ustadz yang baru datang dari Kalimantan dan pertamakali menginjakkan kaki di airport Sydney  lalu naik bis ke Canberra terkagum-kagum me­lihat jalan-jalan tampak rapi dan bersih.  Lalu lintas begitu teratur.  Ia melihat seuatu yang tak dijumpainya, baik di Banjarmasin maupun di Jakarta.  Serta merta ustadz itu, sambil mengisahkan dirinya yang kecopetan dan diperlakukan semena-mena oleh sopir metromini di Jakarta, me­ngatakan bahwa ia heran tidak menemukan Islam di Jakarta, malah menemukan Islam di Sydney.

Sekilas ada benarnya akan komentar dalam cerita diatas Namun kalau ditinjau lebih dalam akan kelihatan bahwa ke­simpulan seperti itu kurang tepat.  Kenapa demikian? Tentu ada alasannya, boleh jadi dalam jiwa kita masing –masih sudah tertera alasan – alasan tersebut, mungkin terlebih dahulu kita harus memahami dulu  Apa yang di­maksud dengan perbuatan yang Islami atau sesuatu itu bagaimana yang dapat dikatakan Islami ? Apa kaitannya dengan sikap jiwa Islami? Tulisan ini sedikit akan menjelaskannya.

Perbuatan Islami?

Kenapa manusia berbuat atau beraktivitas? Jawabannya adalah karena dia  ingin meme­nuhi kebutuhannya.  Manusia mi­num karena haus.  Ia makan ka­rena lapar. Ia mencari  nafkah untuk bisa membeli makanan dan minuman. Ia menikah agar syahwatnya tersalurkan. Ia mem­beli rumah untuk tempat ber­teduh dan berdiam bersama istri dan anak-anaknya.

Ia membeli baju bagus agar penampilannya tidak memalukan.  Ia naik bis dari Bekasi ke Jakarta agar bisa cepat datang ke  kantornya.  Ia gemar membaca agar otaknya tidak “tulalit” atau telmi.  Ia selalu mengikuti be­rita agar tidak kekurangan infor­masi dan tidak bengong dalam diskusi. Ia selalu berolah raga agar badannya tetap segar dan fit.  Ia selalu bersikap tenang, penuh senyum, dan menjaga pe­nampilan agar tetap berwibawa. Ia berdoa takkala resah.  Ia sholat untuk mencari ketenangan.  Ia pergi haji ke Mekkah untuk mensucikan jiwa.

           Kenapa haus, lapar, syah­wat, tidak memalukan, tetap ber­wibawa, ketenangan, mensuci­kan jiwa dan lain-lain merupakan kebutuhan manusia? Sebab di dalam diri manusia ada potensi hidup (thoqoh hayawiyah) yang berwujud pada kebutuhan jasma­ni (hajah udlwiyah) seperti lapar dan haus, dan kebutuhan-kebu­tuhan naluri (gharizah) seperti kebutuhan seksual, kebutuhan membela diri, menjaga martabat, menjaga kehormatan, dan kebu­tuhan beribadah.  Adanya kebu­tuhan-kebutuhan tersebut men­dorong orang berbuat untuk me­menuhinya.  Oleh karena itu, pada hakikatnya, perbuatan manusia (suluk) adalah aktivitas manusia untuk memuaskan ke­butuhan-kebuthannya baik yang bersifat kebutuhan jasmani mau­pun naluri.

Perbuatan seseorang dika­takan Islami manakala aktivitas yang dilakukannya dalam meme­nuhi kebutuhan-kebutuhan terse­but sesuai dengan ajaran Islam dan dia lakukan dengan kesa­daran menyesuaikan diri dengan syari’at agama Islam.

Dengan demikian masalah motivasi seseorang dalam ber­buat penting diperhatikan.  Ada­kalanya suatu perbuatan sama tampak luarnya, namun motiva­sinya berbeda. 

Suatu perbuatan dianggap baik oleh Islam, atau Islami, manakala dikerjakan de­ngan tata cara dan aturan Islam.

…..dari berbagai sumber

10 responses so far

Nop 28 2009

z2r1

CERITA MALAM

Filed under Tak Berkategori

Terhimpit sepi  yang panjang

Saat temaram  menggilas masa

Di tengah alun – alun dunia

Saat  peradaban yang poranda

Tersiksa pangguna waktu

 

Ujung tahunpun bernyanyi

Sambil mengguyurkan air mata

Oleh anak negeri yang menjual moralnya

Ketika Peradaban hilang bentuk

 

Negeri ini …..

Yang Moral anak bangsa kian runtuh

bak ebola menyergap

lahan dosa bermunculan seperti fungi

di musim hujan

kebaikan laksana jejunum

yang  berubah menjadi Usus buntu

hingga busuk

 

Negeri  ini…..

Hukumnya metode balas budi

Birokrasinya  terumit sedunia

Pasal di parlemen  diperjual beli

Pejabatnya menikmati  riba

Negeri  yang mulut kami dibungkam

Akibat  banyak bicara

Hingga banyak kasus direkayasa

Karena kami banyak bertanya

 

Negeri  ini…..

 Penduduknya  muslim terbesar di dunia

Namun Islamnya  hanya dimesjid saja

Atau ketika ada yang mati dipeluk bencana

Heran lagi kubangan pemikiran tumbuh disini

Hingga  ada yang memberi  gelar dirinya nabi

Negeri  yang lucu

Anak bangsa  ribut dengan harta

Tak heran kalau korupsi  hingga lorong desa

Remajanya malu kalo belum pernah berzina

Ibu bangga kalau anak membawa pasangan kerumah

Memang  lucu  yang menelan semua tawa

Negeri  yang Pemakai kerudung dicuriga  teroris

Telanjang dibilang  seni

 

Negeri  ini…

Jangan tanya kenapa beberapa tahun ini

Bencana melanda di setiap sudut tanahnya

Berbagai fitnah melanda pemimpinnya

Karena  moral bangsa telah dihimpit syaitan

Hingga malam Kelam gulita.

Karena  anak negeri  tidak faham syurga

Apalagi neraka tidak pernah terbayangkan.

 

Sekedar  renungan  akhir  tahun

Dari jelata di cerita malam

Sesaat di  sudut peradaban

 

by: acut

8 responses so far

Nop 25 2009

z2r1

THE POWER OF ROOT 4

Filed under Tak Berkategori

Tahukah kita alang-alang. Tumbuhan tingkat bawah yang muncul di tanah tandus dan di bekas hutan yang rusak dan terbuka. Alang-alang sangat mudah tumbuh dan menyebar begitu cepat hingga menutupi tanah yang tandus tadi. Seringkali alang-alang dianggap sebagai gulma.

Tidaklah mudah bersaing dengan alang-alang. Banyak tanaman yang coba ditanam di areal alang-alang, sering mengalami kematian. Kematian karena tidak bisa bersaing dengan kecepatan tumbuh alang-alang dan karena akar alang-alang yang mengandung zat kimia bernama allelophaty.

Tidak hanya alang-alang, banyak tumbuhan mempunyai allelophaty pada akarnya. Allelophaty merupakan senjata bagi tumbuhan untuk bersaing dengan tumbuhan lain. Allelophaty bisa membuat tanah tidak cocok bagi tanaman lain sehingga lama kelamaan mati.

Disamping itu, alang-alang mampu membuat rimpang yang padat pada tanah yang ditumbuhinya. Ini membuat tanaman lain sulit mengembangkan akarnya menembus areal perakaran yang nyaman bagi penyerapan nutrisi dan air. Akibatnya, alang-alang tetap bisa bertahan.

Kehebatan alang-alang lebih pada akarnya. Coba Anda bakar areal alang-alang. Maka sehari setelah terbakar akan muncul tunas-tunas baru yang lebih segar daripada sebelum dibakar. Karena yang terbakar hanyalah daun dan batang alang-alang. Akar alang-alang tetap eksis dan kembali menumbuhkan tunas segar.

Tunas-tunas segar alang-alang inilah yang sangat dinantikan bagi penggembala ternak dan hewan pemakan daun. Hewan-hewan ini laksana menemukan oasis di padang pasir ketika melihat tunas-tunas segar alang-lang yang habis dibakar. Ingat, tanah yang ditumbuhi alang-alang ternyata sanggup menahan tanah sehingga tidak tergerus oleh air hujan. Maka alang-alang membantu tanah tidak tererosi dan tebing-tebing relatif aman dari longsor. Manfaat lain adalah akar alang-alang kerap digunakan sebagai bahan obat tradisional, untuk meluruhkan kencing (diuretika), mengobati demam dan lain-lain

Akar alang-alang memberi pelajaran bagi kita tentang pentingnya memiliki senjata bertahan hidup yang ampuh. Meski dipandang remeh karena terkesan sebagai ”sampah”, namun alang-alang sulit ditaklukkan karena ”senjata rahasia”nya. Banyak orang yang diremehkan bahkan dianggap sebagai sampah masyarakat yang sulit diberantas, ternyata memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan lain.

Tak sedikit orang yang dianggap sampah oleh masyarakat mempunyai daya tahan hidup yang luar biasa daripada orang mapan dan serba cukup. Mereka sudah sering ”dibakar” oleh lingkungan yang keras. Hasil ”pembakaran” itulah yang menumbuhkan semangat hidup untuk menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Maka kita saksikan tidak sedikit tokoh negeri ini lahir dari kehidupan mereka yang awalnya prihatin, sangat terbatas dan kadang dicela masyarakat.

Akar alang-alang telah mengajari manusia bagaimana bertahan hidup dan tetap memberi manfaat diantara ”celaan-celaan” yang ditujukan padanya

2 responses so far

Nop 08 2009

z2r1

Sepuluh Wasiat Imam Hasan Al-Banna

Filed under Tak Berkategori

          Imam Syahid Hasan Al-Banna merupakan seorang ulama Islam yang memiliki pengaruh besar di Abad ini. Gerakan dakwah Al-Ikhwanul Muslimin yang dipimpin beliau terbukti memberikan kontribusi besar bagi kebangkitan Umat Islam dari tidur mereka yang panjang. Sebagai qiyadah jamaah dakwah, Imam Hasan Al-Banna telah menjadikan gerakan dakwahnya sebagai sebuah organisasi yang dinamis dan aktif dalam melakukan perubahan di tengah-tengah umat di seluruh dunia. Karena fikrah ikhwaniyah yang dilontarkan Imam Syahid mudah diterima dan menjadi pegangan bagi para mujahid di seluruh medan dakwah.

Dalam mengarahkan para ikhwah untuk lebih giat berdakwah, Imam Syahid sering memberikan wejangan yang amat praktis dan mudah diamalkan. Di antaranya adalah yang dikenal sebagai 10 wasiat Hasan Al-Banna. Wejangan Imam Syahid yang sepuluh ini bersifat sederhana dan mudah dihafal. Layaknya seperti kiat-kiat aktifitas rutin harian yang setiap saat harus dihayati dan dilaksanakan oleh setiap anggota Jamaah Ikhwanul Muslimun. 10 Wasiat Imam Syahid adalah sebagai berikut ;

1.      Bangunlah segera untuk melaksanakan sholat apabila mendengar adzan walau bagaimanapun keadaanmu.

2.      Baca, telaah, dan dengarlah Al-Qur-an, berdzikirlah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan janganlah engkau senang menghambur-hamburkan waktumu dalam masalah yang tidak ada faedahnya

3.      Bersungguh-sungguhlah untuk bisa dan berbicara dalam bahasa Arab dengan fasih.

4.      Jangan memperbanyak perdebatan dalam berbagai bidang percakapan karena hal itu tidak akan mendatangkan kebaikan.

5.      Jangan banyak tertawa, sebab hati yang selalu berkomunikasi dengan Allah (berdzikir) adalah tenang dan tenteram.

6.      Jangan suka bergurau, karena umat yang berjihad tidak berbuat kecuali dengan bersungguh-sungguh terus menerus.

7.      Jangan mengeraskan suara di atas suara yang diperlukan pendengar, karena hal itu akan mengganggu dan menyakiti.

8.      Jauhilah ghibah (menggunjing) atau menyakiti hati  orang lain dalam bentuk apa pun dan janganlah berbicara kecuali yang baik.

9.      Berkenalanlah dengan saudaramu yang engkau temui walaupun dia tidak meminta, sebab prinsip dakwah kita adalah cinta dan taawun (kerjasama).

10.   Pekerjaan rumah (PR) kita sebenarnya lebih bertumpuk daripada waktu yang tersedia, maka tolonglah saudaramu untuk memanfaatkan waktunya dan apabila kalian mempunyai keperluan maka sederhanakan dan cepatlah diselesaikan.

 

Bagi para aktivis dakwah sepuluh wasiat bagaikan resep yang sangat manjur untuk mengobati penyakit yang terdapat dalam hati mereka.  Hal ini telah teruji sepanjang perjalanan dakwah Ikhwan sejak dikumandangkan oleh Imam Syahid sampai ke masa kita sekarang ini.  Wasiat Imam Syahid merupakan rangkuman pemahaman beliau terhadap kandungan Al-Qur-an dan Sunnah yang semestinya mendapat prioritas utama dalam pengamalannya…. Berikut ini penjelasan lebih lanjut  dari perintah harian Imam Syahid Hasan Al-Banna.

 

Wasiat Pertama: Bangunlah segera untuk melaksanakan sholat apabila mendengar adzan walau bagaimanapun keadaanmu.

Wasiat ini mengandung perintah agar setiap Al-akh mendahulukan sholat lima waktu dari perkara lainnya. Karena sholat di awal waktu merupakan amal Islam yang paling utama sebagaimana dikemukakan Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam ketika ditanya oleh seorang sahabat, “Apakah amal yang paling utama ya  Rasulullah?” Beliau menjawab, “Sholat pada waktunya”. Wasiat ini juga mengharuskan jamaah ikhwan untuk selalu menanti waktu-waktu sholat. Akan lebih utama bila seorang akh itu selalu dalam keadaan berwudlu beberapa saat sebelum adzan berkumandang sehingga dia dengan segera dapat mendatangi masjid dan sholat berjamaah. Al-Akh tidak boleh memprioritaskan hal lain selain dari waktu sholat ini.

 

Wasiat Kedua: Baca, telaah, dan dengarlah Al-Qur-an berdzikirlah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan janganlah engkau senang menghambur-hamburkan waktumu dalam masalah yang tidak ada faedahnya.

Setiap akh diwajibkan untuk selalu berinteraksi dengan Kitabullah Al-Qur-an. Mereka wajib membacanya di mana ada kesempatan. Di setiap pertemuan yang diselenggarakan ikhwah hendaknya dimulai dengan membaca Al-Qur-an. Selain itu ikhwah juga diminta untuk menelaah atau mentadabburkan isi Kitabullah sesering mungkin. Ini bisa dilakukan dengan membaca Kitab-kitab tafsir atau buku-buku Manhaj Islam yang menguraikan nilai-nilai Al-Qur-an. Bukankah Nabi mengatakan bahwa sebaik-baik  ummat beliau adalah yang memperlajari dan mengajarkan Al-Qur-an. Imam Syahid juga mengingatkan agar waktu dimanfaatkan untuk berdzikir dalam segala keadaan. Surat-surat tertentu dan ayat-ayat pilihan biasa dapat dibaca dalam berbagai keadaan. Disamping itu ada bacaan-bacaan dzikir seperti tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan hauqallah yang sangat penting dilakukan dalam setiap keadaan ikhwah… Misalnya ketika berkendaraan, menunggu sesuatu, atau tengah diam… Ikhwah hendaknya tidak menyia-nyiakan waktu bagi hal-hal yang tidak bermanfaat karena di antara ciri orang-orang mukmin adalah “Alladzina hum anillaghwi mu’ridhuun” (Orang-orang yang menghindarkan diri dari perkataan atau perbuatan yang tidak ada manfaatnya.

 

Wasiat Ketiga: Bersungguh-sungguhlah untuk bisa dan berbicara dalam bahasa Arab dengan fasih

Setiap akh diwajibkan belajar Bahasa Arab fushah (baku) dan mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari. Beliau mewajibkan hal ini karena Bahasa Arab merupakan salah satu syiar dakwah Islam. Bahasa Arab itu bahasa Al-Qur-an dan bahasa Ahlul Jannah (Ahli Syurga). Di antara sumber kekuatan ummat Islam adalah persatuan mereka yang bersifat mendunia. Kunci persatuan adalah kemampuan berkomunikasi cepat, dengan bahasa yang merupakan warisan Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam dan para sahabatnya. Sementara itu orang-orang di luar Islam  berusaha sekuat tenaga menjauhkan Ummat Islam dari bahasa induk mereka. Mereka mempopulerkan bahasa Inggris dan menyatakan bahwa bahasa Arab itu terbelakang. Mereka bahkan ingin ummat Islam tak lagi mampu membaca Al-Quranul Karim atau memahami kandungan maknanya ketika membaca Al-Qur-an tersebut.

 

Wasiat Keempat: Jangan memperbanyak perdebatan dalam berbagai bidang percakapan karena hal itu tidak akan mendatangkan kebaikan.

 

Imam Syahid mengingatkan para ikhwah untuk menjauhi perdebatan dan berdiskusi tentang hal-hal yang tak perlu. Ikhwah dianjurkan banyak bicara tetapi tentang hal-hal yang penting atau mendesak untuk dibicarakan… Perdebatan selamanya hanya melukai orang yang didebat karena setiap orang selalu berusaha mempertahankan pendapatnya kendati salah. Al-Qur-an sendiri mengingatkan kita dari bicara serampangan karena syaitan itu memecah belah manusia dari perkataan yang buruk. (S. Al-Isra: 53)

 

Wasiat Kelima: Jangan banyak tertawa, sebab hati yang selalu berkomunikasi dengan Allah (berdzikir) adalah tenang dan tenteram.

 

Imam Syahid melarang para ikhwah banyak tertawa untuk memelihara dan menjaga kesucian hati mereka agar selalu berdzikir kepada Allah… Banyak tertawa bisa timbul karena ada yang membanyol, atau menceritakan sesuatu yang membuat orang-orang tertawa terbahak-bahak. Biasanya tidak jauh dari mengejek dan menghina orang lain baik secara langsung atau tidak. Karena itulah Al-Imam mengingatkan bahaya orang-orang yang banyak tertawa dan sedikit menangis.

 

Wasiat Keenam: Jangan suka bergurau, karena ummat yang berjihad tidak berbuat kecuali dengan bersungguh-sungguh terus menerus.

 

Imam Syahid Hasan Al-Banna juga melarang para ikhwah banyak bercanda atau membanyol yang membuat orang lain tertawa baik dengan ucapan, cerita, atau tingkah laku yang lucu. Beliau menyatakan bahwa sikap pejuang Islam adalah bersungguh-sungguh atau serius sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur-an S. Al-Ankabuut ayat 69

 

Wasiat Ketujuh: Jangan mengeraskan suara di atas suara yang diperlukan pendengar, karena hal itu akan mengganggu dan menyakiti.

           

Imam Syahid Hasan Al-Banna mengingatkan para ikhwah agar memperhatikan adab berbicara di antaranya dengan merendahkan suara dari segi volume dan merendahkan hati dari segi isi pembicaraan. Islam memerintahkan ummatnya untuk memiliki kelembutan hati dan hal itu dimulai dari kelembutan dalam berbicara atau berdialog.

 

Wasiat Kedelapan: Jauhilah ghibah (menggunjing) atau menyakiti hati  orang lain dalam bentuk apa pun dan janganlah berbicara kecuali yang baik.

 

Dalam wasiat ini Imam Syahid mengingatkan agar para ikhwah tidak menggunjingkan orang lain. Bergunjing adalah membicarakan sesuatu tentang orang lain yang tidak disukai orang tersebut bila dia mendengar pernyataan itu. Bergunjing adalah larangan keras dalam berbicara. Oleh Al-Qur-an orang yang suka menggunjing disamakan dengan orang yang memakan daging saudaranya sendiri. ( S. Al-Hujaraat 12.)

 

Wasiat Kesembilan; Berkenalanlah dengan saudaramu yang engkau temui walaupun dia tidak meminta, sebab prinsip dakwah kita adalah cinta dan taawun (kerjasama).

 

Imam Syahid menekankan bahwa prinsip dakwah Islam sejati adalah saling berkenalan. Pepatah mengatakan, “Tak kenal maka tak sayang”. Allah telah menciptakan manusia berjenis-jenis suku bangsa dan bahasanya, beraneka ragam latarbelakang hidupnya agar mereka saling kenal mengenal (Al Hujarat: 13). Untuk meraih hati orang lain pada langkah pertama adalah dengan memperkenalkan diri dan mengenal orang lain. Dengan perkenalan itu maka jembatan antara hati kita dengan hatinya sudah tersambung… Setelah itu potensi untuk saling tolong menolong dan bekerjasama akan terbuka.

 

Wasiat Kesepuluh : Pekerjaan rumah (PR) kita sebenarnya lebih bertumpuk daripada waktu yang tersedia, maka tolonglah saudaramu untuk memanfaatkan waktunya dan apabila kalian mempunyai keperluan maka sederhanakan dan cepatlah diselesaikan.

 

Imam Syahid mengingatkan bahwa tugas para ikhwah yaitu agenda dakwah sangat banyak. Bahkan lebih banyak dari waktu yang tersedia. Umur dakwah ini lebih panjang dari umur para juru  dakwah itu sendiri. Mereka tidak boleh menunda-nunda pekerjaan yang sudah ada di depan mata, disebabkan pekerjaan lain akan segera menyusul… Karenanya ikhwah harus bekerja sama  untuk saling memudahkan pekerjaan mereka, sebagaimana sering dikemukakan Rasulullah saw., “Permudahlah dan jangan dipersulit”.  Dalam gerakan dakwah kita harus saling melayani dan membantu mempermudah urusan saudara kita sehingga pekerjaan dakwah akan menjadi ringan dan menyenangkan.

 

Sekedar bacaan semoga bermamfaat.

14 responses so far

Nop 07 2009

z2r1

Lebih dari 90 Persen Bangsa Indonesia Dukung Palestina.

Filed under Tak Berkategori

Hadir dalam kesempatan tersebut seluruh perwakilan Fraksi DPR RI, Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Komisi I Hayono Isman, Dubes Palestina Faris al Mehdawi, penggiat HAM Nursyahbani Katjasungkana, dan anggota dewan lintas fraksi dan partai.

JAKARTA- Hampir seluruh bangsa Indonesia mendukung perjuangan bangsa Palestina untuk memperoleh kemerdekaannya. “Seluruh bangsa Indonesia bersama Palestina. Kalau tidak seratus persen, hanya kurang nol sekian persen saja.” Wakil Ketua DPR RI Priyo Budisantoso mengemukakan hal itu ketika membuka diskusi dengan tema Al Aqsha dalam Perspektif HAM Internasional, Rabu (4/11) di Gedung DPR/MPR, Jakarta. Diskusi diselenggarakan oleh Kaukus Anggota DPR RI untuk Palestina dalam rangka menyikapi penyerbuan dan provokasi terhadap Masjid Al Aqsha belakangan ini. Priyo mengatakan, Parlemen Indonesia juga akan terus berjuang membantu perjuangan bangsa Palestina untuk memperoleh kemerdekaannya, baik di level nasional maupun internasional. Terkait dengan penyerbuan dan provokasi terhadap Masjid Aqsha, menurut Priyo,. apa yang dilakukan orang-orang Israel terhadap Masjid Aqsha merupakan bentuk penodaan terhadap tempat suci tersebut harus dihentikan. Apalagi akibat dari provokasi tersebut telah menyebabkan jatuh korban di kalangan warga Palestina. Sementara itu Ketua Kaukus Anggota DPR RI untuk Palestina Al Muzzammil Yusuf mengemukakan, provokasi dan penyerangan terhadap Masjid Al Aqsha yang dilakukan oleh penjajah Israel tidak saja mengancam eksistensi tempat suci tersebut, tetapi juga merupakan bentuk pelanggaran terhadap HAM. Provokasi dan penyerangan terhadap Masjid Al Aqsha dilakukan berkali-kali dan dalam jangka yang panjang. Terakhir provokasi dilakukan pada Ahad, 25 Oktober 2009 lalu, di mana sekelompok kaum Yahudi Radikal dibawah kawalan serdadu Israel melakukan penyerangan dan penodaan terhadap Masjid Al Aqsha. Dalam peristiwa tersebut 10 warga Palestina terluka dan 15 lainnya ditangkap aparat keamanan Israel. Aksi serupa ini sebenarnya bukan kali pertama dilakukan, sejak tahun 1967 ketika Israel menduduki kota Al-Quds (Jerusalem) hingga tahun 2009 ini tercatat telah 18 kali serangan dan provokasi dilakukan oleh Israel. Yang paling buruk adalah pembakaran masjid suci itu oleh seorang Yahudi berkewarganegaraan Australia tahun 1969 yang menghanguskan mimbar Sholahudin Al-Ayyubi yang ada di dalam masjid. Berkenaan dengan provokasi dan penyerangan terhadap Masjidil Aqsho tersebut, Kaukus Anggota DPR RI untuk Palestina menyampaikan tujuh butir resolusi , Pertama, Mengutuk dan mengecam segala bentuk aksi provokasi dan penyerangan terhadap Masjid Aqsha karena aksi ini melanggar Hak Asasi Manusia dengan menodai tempat ibadah salah satu agama besar di dunia. Kedua, meminta kepada pimpinan DPR untuk aktif menggalang lobi-lobi di forum internasional untuk memberikan sanksi yang tegas terhadap Israel, bahkan mengeluarkannya dari keanggotaan IPU (International Parliamentary Union) apabila tidak juga menghentikan aksi provokasi dan penyerangan terhadap Masjid Aqsho, serta tidak membebaskan 30 anggota Parlemen Palestina dari penjara Israel. Ketiga, mendesak pemerintah RI untuk memainkan peran politik dan lobi internasional melalui Dewan Keamanan PBB, ASEAN, dan Organisasi Konfrensi Islam (OKI) untuk menghentikan aksi brutal Israel di Palestina. Keempat, mendesak lembaga-lembaga HAM nasional dan internasional untuk bersuara lantang menolak segala bentuk provokasi dan penyerangan terhadap Masjid Al Aqsha. Kelima, menyerukan kepada semua umat beragama untuk bersama-sama menunjukkan rasa simpati dan empatinya terhadap perjuangan kemerdekaan dan kemanusiaan rakyat Palestina. Keenam, menyerukan kepada masyarakat Indonesia, untuk memberikan dukungan baik moril maupun materil bagi perjuangan rakyat Palestina. Dan ketujuh, mendukung Resolusi Richard Goldstone, yang mendesak agar kejahatan perang Israel di Gaza (27 Desember 2008 – 18 Januari 2009), dibawa ke sidang Majelis Umum dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hadir dalam kesempatan tersebut seluruh perwakilan Fraksi DPR RI, Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Komisi I Hayono Isman, Dubes Palestina Faris al Mehdawi, penggiat HAM Nursyahbani Katjasungkana, dan anggota dewan lintas fraksi dan partai.

Sumber :Pk Sejahtera

5 responses so far

Older Posts »